WARISAN NABI SIAPA MAU???

Mayoritas manusia hanya mementingkan pendidikan (ilmu dunia) tanpa memperhatikan keseimbangan dengan ilmu akhiratnya. Fenomena seperti ini bukan hal yang asing didengar. Ada manusia yang tahu dan sadar lalu mengejar ilmu dunia sekaligus ilmu akhirat, ada juga manusia yang tahu tetapi tidak sadar bahkan menyepelekannya, dan ada pula manusia yang tidak tahu dan tidak menyadari hal tersebut. Padahal sudah jelas Rasulullah bersabda dalam beberapa hadist, Baca tulisan ini lebih lanjut

Menghilangkan Kelesuan dalam Mengemban Tugas Suci

Orang-orang yang mengaku dirinya Islam sesungguhnya memiliki tugas yang sama yaitu Amar ma’ruf nahi Munkar atau lebih akrabnya disebut dakwah. Namun sering dijumpai kaum muslimin menyelepekan amanah dan hanya beberapa orang yang sanggup menjalankan amanah tersebut dengan istiqomah. Baca tulisan ini lebih lanjut

Proses Yang Benar pada Sebuah Pernikahan

dilarang-melajangProses mencari jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda di masa sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Berikut ini kami bawakan perinciannya:

1. Mengenal calon pasangan hidup

Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dijalani orang-orang yang tidak paham agama, sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup, kata mereka. Pacaran dan pertunangan haram hukumnya tanpa kita sangsikan.
Baca tulisan ini lebih lanjut

WAKTU, NIKMAT YANG TERLALAIKAN

waktu1 Detik demi detik waktu terus berlalu, tidak terasa umur kita sudah 10 tahun, kemudian 20 tahun, kemudian 50 tahun, dan seterusnya. Hari berganti hari, tanpa mampu kita mencegahnya. Sebagai insan yang beriman dan berakal, selayaknyalah kita mengevaluasi dan mengintrospeksi diri apakah waktu yang telah kita lalui, kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, ataukah waktu itu kita buang sia-sia belaka, berlalu bak angin yang berhembus dan awan yang melintas.

Allah subhanahu wata’ala menyebutkan dalam ayat-Nya yang mulia:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا.

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Al-Furqan: 62)
Baca tulisan ini lebih lanjut

Air, Debu, dan Kecantikan Kulit

Wahai orang yang beriman, ketika kamu berdiri untuk sholat, maka cucilah mukamu, dan tanganmu hingga ke siku, dan usap kepalamu, dan cucilah kaki sampai mata kaki. Jika kamu junub, mandi dan bersihkan tubuhmu sepenuhnya. Tetapi jika kamu sakit atau di tengah-tengah perjalanan atau kembali dari kakus, dan kamu tidak dapat menemukan air, maka ambillah debu dan usapkan ke wajah dan tangan kamu dengan itu. Sesungguhnya Allah tidak ingin membebani kamu, Dia ingin menyucikan kamu dan untuk menyempurnakan berkah dan nikmat-Nya atasmu sehingga kamu akan bersyukur. [QS. Al-Maidah: 6]
Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.